Cikeas di Suatu Hari

Moment Syawal 1429 H yang lalu, saya sempatkan untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar di Jakarta-Surabaya dan Malang. Perjalanan yang asyik dan penuh dengan cerita menyenangkan. Hampr 20 hari perjalanan silaturahmi, meninggalkan kesan mendalam di hati saya dan keluarga.

Di Jakarta, kami juga mamapir ketempat sepupu saya, yang kebetulan rumahnya bersebelahan komplek dengan kediaman Bapak Presiden SBY, di Cikeas- Cibubur, yang tak jauh dari perumahan Cibubur Country, tempat tinggal kaka saya

Sebenarnya bukan itu yang ingin saya sampaikan, tapi melihat secara dekat situasi komplek itu, dan tentu saja singgah sambil menikmati warung bakso sukowati, kesukaan Bapak Presiden

Puri Cikeas

Nama Puri Cikeas, warga asli Cibubur pun belum tentu mengetahuinya. Maklum saja, daerah ini sebelumnya tidak begitu populer, meski ternyata banyak jenderal bermukim di sana.

Kompleks Puri Cikeas mulai dikenal orang ketika salah satu penghuninya, yakni SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) menjadi figur sentral terlebih setelah terpilih sebagai presiden.

Walaupun daerah itu terletak di kawasan yang paling berkembang pesat di Jabotabek, yaitu Cibubur Raya, nama Puri Cikeas sebelumnya tidak begitu terkenal. Di kawasan Cibubur, yang menjadi milik empat daerah tingkat II, yaitu Kodya Jakarta Timur, Bekasi, Depok, dan Kabupaten Bogor, memang terdapat beberapa perumahan real estate yang terkenal.

Sebut saja, Raffles Hills yang merupakan tempat pusat latihan “Akademi Fantasi Indosiar”. Kemudian, Puri Sriwedari, Kota Wisata Internasional, Legenda Wisata, Kranggan Permai, Laguna yang banyak dihuni artis-artis top dan sering digunakan sebagai tempat syuting sinetron.

Belum lagi Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, yang pada Sabtu atau Minggu selain sebagai objek kunjungan wisata juga Hollywood bagi dunia sinetron. Nama-nama tempat itulah yang selama ini menenggelamkan nama Puri Cikeas Indah.

Selain itu, lokasi Puri Cikeas Indah yang terlalu ke dalam dan tidak memiliki pintu gerbang megah sejak di jalan alternatif Cibubur-Cileungsi, menyebabkan banyak orang tak begitu menghiraukan saat melewati jalan alternatif tersebut.

Begitu nama SBY mencuat ke permukaan barulah masyarakat sekitar mulai menengok Puri Cikeas. Bila memasuki kompleks perumahan tersebut kita akan disambut oleh sepasang patung rajawali di sebuah tiang yang tidak seberapa tinggi. Sekitar lima puluh meter kemudian barulah kita melihat jajaran rumah mewah dan megah di tanah seluas minimal 1000 m2/ kaveling.

Di tempat inilah mantan perwira tinggi TNI bertempat tinggal. Tercatat nama mantan KSAD Jenderal (purn) Subagyo HS, mantan Kaster TNI Letjen (purn) Agus Wijoyo, mantan Kasum TNI Letjen (purn) Soejono, dan mantan Ketua Umum Induk Koperasi AU Marsma (purn) Surato Siswodihardjo. Mereka adalah tetangga dekat SBY.

Memasuki wilayah itu, mulai dari pintu gerbang sampai kediaman rumah SBY suasananya mulai hidup karena adanya lampu-lampu hias..

Mulai saat itu Puri Cikeas menjadi terkenal ke seantero Tanah Air.

Tidak hanya warga Cibubur, tempat SBY menang di seluruh kecamatan, warga dari luar Jawa sekali pun kini mulai berdatangan ke Puri Cikeas, dari sekadar melihat rumah SBY di atas tanah seluas 3000 M2 dengan pendapanya, sampai meminta tanda tangan dan foto bersama pemilik rumah.

Padahal saat itu SBY belum menggelar open house, tetapi kediamannya mulai sering dijadikan tempat pengajian bersama warga sekitar. Rumah itu juga sering digunakan pertemuan tokoh-tokoh Partai Demokrat dan tokoh nasional yang mendukung SBY. Waktu itu suasana Puri Cikeas sudah berbau ”istana” bila dilihat dari keketatan penjagaan aparat.

Istana Sesungguhnya

Di tengah suasana yang mendekati istana tersebut SBY menggelar silaturrahmi (open house) lebaran yang lalau. Menurut penjual bakso, dari warung bakso sukowati, Yanto,  seluruh warga masyarakat sdatang berlebaran ke rumah SBY, walaupun harus melewati serangkaian pemeriksaan, hal itu tidak menyurutkan warga untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan unek-unek kepada SBY.

Terlepas dari akan tinggalnya SBY di istana negara, munculnya istana Cikeas memberikan harapan bagi warga sekitar. Yanto (26). yang menyatakan,”Jalan sudah mulus. Bahkan, seorang masyarakat setenga berbisik, tanah yang satu kilo (kilometer) dari sini (rumah SBY-Red), dulu cuma Rp 150 ribu/m2. Namun gara-gara Pak SBY ketahuan tinggal di sini sekarang orang menawar Rp 250 ribu pun nggak bakal saya lepas,” kata pria tersebut. Lumrah ya

 

This entry was posted in Event. Bookmark the permalink.

One Response to Cikeas di Suatu Hari

  1. Sebuah Nama says:

    Lanjutkan !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>